Sabtu, 28 Februari 2020 SMP – SMA Muhammadiyah Al Kautsar PK Kartasura mendidik kepedulian peserta didik dengan cara memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Erupsi Gunung Merapi yang berada di di Desa Banyurojo, Mertoyudan, Magelang dengan jumlah personil sebanyak 10 orang yaitu Bapak Nasrul Harahab, Bapak Arini, Bapak Agung, Ananda Fatih, Ananda Wildan, Ananda Diyah, Ananda Arah, Bapak Rifki, Bapak Wahyu, Bapak Anung dan Bapak Ipul.

Jenis bantuan berupa bahan pokok makanan seperti beras, minyak, telur, terigu, teh, gula, sayur kering dan lain sebagainya. Sumber pendanaan terdiri dari donasi orang tua, peserta didik, guru, dan donatur umum. Barang – barang tersebut diangkut dengan ketiga mobil sekolah dengan driver Grand Max oleh Pak Arini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA, Mobil Xenia Putih milik SDIT oleh Nasrul Harahab Kepala SMA dan Mobil Xenia Cokelat oleh Bapak Rifki Wakil Kepala Bidang Kurkulum SMP. Perjalanan ditempuh kurang lebih 2 jam.

Sebelum ke tujuan utama, rombongan transit di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang atas saran dari tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Magelang dengan tujuan memudahkan dalam koordinasi dan pendataan, kemudian kami diantar oleh Ibu Taryati ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Magelang yang memiliki semangat luar biasa. Sesampai ditujuan kami disambut oleh tim yang berada di lokasi pengungsian, dimulai dari masuk lokasi dengan wajib mencuci tangan terlebih dahulu, mengisi daftar kunjungan dilanjutkan acara serah terima secara simbolis kepada pengelola, dari sekolah diwakili oleh Bapak Nasrul Harahab dan Pak Rifki.

Setelah penyerahan secara simbolis, semua barang yang berada di mobil dipindahkan oleh sejumlah petugas dan juga dibantu oleh guru dan peserta didik ke mobil pengangkut milik pengelola untuk disalurkan ketempat pengunsi lain, sebab ada sembilan titik tempat pengungsian. Kita diarahkan ke pos yang berada di kota dalah yang termudah aksesnya, sehingga lebih mudah dan bisa bertemu dengan para korban. Bertemu dengan korban secara langsung adalah proses pendidikan yang terbaik, sebab para peserta didik yang ikut mewakili dapat langsung merasakan bagaimana rasanya tinggal dalam pengungsian dengan banyak keterbatsan.

Para pengungsi yang berjumlah 288 orang yang diwakili oleh Mbah Weno merasa bahagia dan mengucapkan terima kasih kepada para donatur. Kami selaku pengelola juga mengucapkan jazakumullah khairan kepada para orang tua, peserta didik dan bapak, ibu guru yang ikut berinfak dalam program bantuan kemanusiaan peduli merapi. (HUMAS)