Halo gengs, apa kabar?

Semoga sehat-sehat, ya. Kegiatan di rumah ngapain aja? Tetap produktif apa pun kondisinya atau masih sibuk scroll-in TikTok nih, ehem ehem. Haha, udahlah enggak usah senyum-senyum gitu. Ada kabar terbaru apa nih dari TikTok?

Zaman sekarang siapa sih yang tidak mengenal TikTok? Dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan kakek-nenek pun familiar dengan aplikasi yang satu ini. Apalagi di saat pandemi, banyak dari kita memilih TikTok untuk mengekspresikan pribadi dan kehidupan yang sedang dijalani. Eits, sebenarnya jika diukur TikTok banyak mengandung dampak negatif atau positif sih? lebih banyak manfaat atau mudharatnya? Kita harus bijak dong, harus solutip.

Di antara dampak positif yang ditimbulkan, dampak yang paling menonjol adalah menumbuhkan kreativitas bagi penggunanya. Kita dapat dengan mudah mengedit video, berkreasi sesuka hati dengan adanya fitur-fitur yang tersedia. Selain itu, konten edukasi akhir-akhir ini juga sudah mulai bermunculan.

Namun, dibalik itu semua ternyata jika kita search di google lumayan banyak untuk dampak negatifnya, salah satunya yaitu lupa waktu. TikTok adalah candu, ketika sudah mengklik aplikasi TikTok semua atensi kita akan berfokus pada konten-konten yang ditampilkan. Sehingga, penyakit malas mengerjakan sesuatu menjadi masalah utama ketika bermain TikTok. Dan akan menjadi hal yang fatal jika kita tetap tidak bisa memanage waktu yang baik saat bermain TikTok.  

Seberapa manfaat TikTok bagi kita, hanya diri kita sendirilah yang bisa menentukan. “Segala hal yang tidak melahirkan manfaat, minimal positif, itu dinilai makruh oleh syariat, tidak disukai. Apalagi jika hal yang dikerjakan itu cenderung kepada nilai maksiat, diharamkan oleh nilai agama,”jelas Ustadz Adi Hidayat, seperti dilansir dari unggahan Instagram @dakwahuah, Rabu (17/2/2021)

Goresan pena : Aulia Ainnur Rahma