Didik Anakmu dengan Baik dan Benar

Oleh : M. Taqiyyuddin Al Faruqi (Guru SMAM Al Kautsar PK Kartasura)

 

Anak adalah anugerah terbesar Allah atas hamba-Nya, selain menjadi penerus keturunan, juga menjadi ladang pahala yang sangat besar bagi orang tuanya ketika anak di didik dengan benar, akan tetapi anak juga bisa menjadi malapetaka bagi kedua orang tuanya ketika anak tidak di didik oleh orang tuanya, bahkan orang tua acuh tak acuh terhadap pendidikan dan masa depan anak.

Anak yang diberi pendidikan yang baik oleh orangtuanya maka dia akan menjadi penerus keluarga yang baik pula sehingga roda kehidupan dan tali kebaikan akan dapat selalu bersambung, karena sebuah kebaikan akan melahirkan sebuah kebaikan. Adapun anak yang sejak dini pendidikan sudah tak diurus oleh orang tuanya, bahkan orangtua acuh tak acuh terhadap pendidikan anak maka akan muncul fenomena yang sering terjadi di masyarakat kita, kriminal marak terjadi dimana-mana, moral tak lagi menjadi akhlak pemuda, bahkan etika estetika sudah tak lagi mengharumi nama bangsa, lebih parah lagi remaja putri hamil sebelum sah menjadi pasutri. Nauzubillah min zaliik.

Nah.. bagaimana solusi agar anak dan generasi kita tidak terjerumus dalam lembah kenistaan?? Solusinya adalah DIDIK ANAKMU DENGAN BAIK DAN BENAR.

Bagaimana mendidik anak dengan benar, berikut poin-poin yang mungkin dapat menjadi jalan keluar bagi kita!

  1. Didik anak kita sejak bayi dengan pendidikan rabbani.

Apa itu pendidikan rabbani? Pendidikan rabbani adalah pendidikan yang berdasarkan ajaran-ajaran rasul Muhammad shalallahualaihi wasallam. Sejak kecil anak selalu kita kenalkan dengan ayat suci alqur’an (dapat melewati murattal, bacaan tadarus kita, jahrkan bacaan ayah bunda ketika shalat disamping mereka, dsb), kemudian ajak anak membaca qur’an ketika berumur 2 tahun, ajari anak shalat, puasa, zakat dan shadaqah, serta ajari mereka akhlak menjadi seorang mukmin sejati.

Dan pendidikan yang paling penting adalah mendidik mereka untuk shalat tepat pada waktunya dan bimbinglah mereka dalam memperdalami al qur’an dan assunnah. Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)!…..”(H.R. Abu Dawud, Ahmad dan Hakim)

Nah hadits tersebut memberikan penjelasan kepada kita agar mendidik anak dengan shalat dan memukul mereka (dengan pukulan kasih sayang) ketika mereka meninggalkan shalat, karena kewajiban shalat itu berada pada tingkatan yang paling tinggi, shalat sebagai tiang agama, maka ketika anak sudah terbiasa meninggalkan shalat ketika dewasa bisa menjadi kebiasaan mereka untuk tidak menunaikan kewajiban agama mereka.

 

  1. Didik anak kita dengan membaca.

Kenapa membaca? Membaca akan membuka wawasan anak akan pengetahuan, akan dunia (seperti pepatah lama “Membaca adalah Jendela Dunia” juga “Dengan Membaca akan membuka cakrawala Dunia”). Nah ayah bunda, ajak ananda untuk gemar membaca sejak kecil, sejak mereka dalam buaian kita ajari membaca dengan kita membiasakan diri membaca di dekat mereka. Setelah mereka melihat kebiasaan orangtuanya membaca, anak akan menjadikan hal tersebut menjadi kebiasaanya.

Selain membaca ayah bunda bisa buatkan dirumah rak khusus untuk ananda menyimpan koleksi bacaan kesukaannya, serta tambahkan koleksi mereka dengan ensiklopedia dan juga sebisa mungkin jauhkan ananda dari komik-komik yang tiada bermanfaat.

 

  1. Didik anak dengan memberikan stimulus-stimulus kreativitas.

Ayah bunda kreativitas merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, semua orang memiliki kreativitas yang berbeda-beda yang dapat dia gunakan berkembang dan mengolah pola pikir mereka tentang kehidupan. Maka dari itu sejak dini kita berikan stimulus kepada anak untuk mengembangkan kreativitas mereka sesuai dengan umur mereka, ketika masih balita anak kita berikan permainan menyusun balok dll, memberikan mereka wadah untuk mencoret-coret dan bantu mereka untuk menyusun kreativitas mereka dengan baik. Setelah agak besar berikan mereka stimulus dengan memainkan drama dari buku cerita, dll yang merangsang kinerja otak mereka sehingga mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar insyaAllah.

 

  1. Didik anak dengan ucapan baik dan doa.

Mendidik anak dengan ucapan baik melewati kebiasaan kita dalam berucap, didik mereka dengan kita membiasakan berkata baik dan sopan, maka dengan demikian anak akan terbiasa dan terlatih untuk berkata yang baik. Adapun ketika anak mendapatkan perkataan yang jelek ketika dia bermain di lingkungan maka tegurlah mereka dengan halus dan jelaskan bahwa hal tersebut salah dan tidak boleh untuk diucapkan.

Kemudian didiklah mereka dengan doa, karena doa orang tua terhadap anaknya tidak akan tertolak, Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tiga doa yang tidak akan tertolak, yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang bersafar.” (H.R. Al Baihaqi)

 

  1. Didik anak dengan kesabaran bukan dengan amarah.

Mendidik anak harus dengan kesabaran dan jangan sampai kita timbul amarah dalam mendidik anak, dikarenakan amarah dapat membahayakan kita dan anak dikemudian hari. Didiklah anak dengan kesabaran, berikanlah hukuman ketika mereka salah dengan hukuman yang mendidik, jangan sampai ayah bunda memarahi mereka dengan ucapan-ucapan yang jelek (seperti membodohkan anak, memberikan sebutan nakal dll), maka ketika kita mengucapkan hal tersebut anak akan berlaku seperti yang ayah bunda katakan, disebabkan ucapan ayah bunda adalah doa bagi ananda dan hal tersebut akan terpatri dalam akhlak ananda jika Allah mengabulkan ucapan tersebut.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat ayah bunda lakukan dalam mendidik anak.. semoga bermanfaat… Wallahu’alam bisshawabb..