Bimbingan Teknis PM, KKA & PPK Region Kalimantan Barat di Pontianak
Pontianak – Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Direktorat SMP Kemendikdasmen menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Ahad, 10–14 September 2025, bertempat di Hotel Harris Pontianak. Kegiatan diikuti oleh 100 guru dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kalimantan Barat, mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga SMK. Para fasilitator didatangkan dari berbagai daerah, antara lain Jawa Tengah, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dibuka pada Rabu (10/9) pukul 13.00 WIB di aula Hotel Harris oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid, Dr. Saad Ibrahim. Pembukaannya juga dimeriahkan dengan penampilan murid - murid sekolah Muhammadiyah Kota Pontianak. Peserta Bimtek dibagian ke dalam empat kelas. Kelas A untuk guru SD/MI, kelas B untuk guru SMP/MTs, kelas C untuk guru SMA/MA, dan kelas D untuk guru SMK. Setiap kelas mendapatkan materi terkait PM, KKA, dan PPK. Kegiatan ditutup dengan Peer Teaching sebagai bentuk praktik langsung peserta, sehingga keluaran pelatihan lebih jelas dan aplikatif di sekolah masing-masing. Salah satu fasilitator KKA, Nasrul Harahab menjelaskan, materi yang diberikan dimulai dengan pengenalan landasan filosofis, sosiologis, hingga empiris mengenai pentingnya penerapan kecerdasan artifisial dalam pendidikan. Setelah itu, peserta dibor secara teknis bagaimana mengintegrasikan koding dan KA ke dalam mata pelajaran. Pak Fiqri, peserta Bimtek menyampaikan “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengikuti Bimtek ini, memberikan ilmu yang berharga dan membuka wawasan baru tentang pendekatan pembelajaran dan teknologi terkini. Terima kasih kepada panitia dan pemateri yang telah menyampaikan materi dengan penuh semangat sehingga mudah dipahami. Semoga kegiatan bermanfaat seperti ini dapat terus berlanjut.” Bimtek ini terbuka untuk kerja sama lintas organisasi. Pihak yang berminat dapat mengajukan proposal kepada Kemendikdasmen untuk penyelenggaraan kegiatan serupa. Selain fokus pada agenda utama, sejumlah peserta juga memanfaatkan waktu luang untuk mengenal lebih dekat budaya dan kuliner khas Pontianak. Beberapa diantaranya mengunjungi Tugu Khatulistiwa serta menikmati kuliner populer seperti nasi telur dan bubur pedas khas Pontianak. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru muhammadiyah, memperkuat karakter pendidikan, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan, di lingkungan sekolah muhammadiyah. (manusia)